Cara Memilih Karyawan Yang Bisa Diandalkan

Masih dalam keadaan yang semangat, kali ini Gathot Novin akan kembali membagikan tips-tips yang akan berguna bagi para sahabat sekalian yaitu mengenai Cara Memilih Karyawan Yang Bisa Diandalkan. Beralih ke urusan bisnis, saya akan menerangkan bagaimana mencari dan memilih karyawan yang baik sehingga dapat anda andalkan dalam mendukung kegiatan usaha anda. tentu ini akan sangat cocok, bagi anda yang masih kebingungan mencari karyawan yang sesuai dengan keinginan anda. mungkin sudah banyak orang yang mendaftarkan diri untuk bekerja bersama anda, namun karena tidak sesuai dengan kriteria yang anda inginkan jadi anda pun tidak menerimanya sebagai karyawan anda. nah, di sini anda akan saya berikan beberapa cara yang baik dalam memilih karyawan yang tepat dan mampu anda andalkan dalam mendukung kegiatan bisnis atau usaha anda.

Mencari karyawan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Memilih sumber daya manusia yang berkualitas menjadi masalah utama. Maka inilah tantangan terbesar seorang wirausahawan kala menjalankan bisnis atau usaha yang sedang dibangunnya. Sebenarnya tidak ada kriteria yang khusus atau harus memiliki pendidikan yang tinggi. Karena karyawan yang baik hanya memiliki tiga kreiteria, yakni rajin, tekun, dan dapat dipercaya. Namun di situlah letak kesulitan yang sangat mendasar pada saat memilih karyawan yang tepat. nah, anda tidak erlu bingung lagi! dengan beberapa Tips Memilih Karyawan Yang Bisa Diandalkan di bawah ini, semoga anda bisa menemukan karyawan yang tepat dan sesuai dengan keinginan anda :

1. Jangan pernah menerima karyawan karena rasa kasihan, karena family/saudara/teman atau orang yang menawarkan diri untuk berkerja sukarela. Hal ini kadang akan menyulitkan kita jika ditemukan ketidaksesuaian dan sulit untuk kita mengeluarkannya.

Karyawan akan lebih menghargai kita, jika proses rekruitmennya sulit dibanding dengan rekruitmennya mudah.

2. Hal dasar yang perlu dimiliki oleh calon karyawan adalah :

a. Semangat keinginan untuk bekerja.
b. Kejujuran
c. Kemampuan/ketrampilan

Jangan pernah menerima karyawan yang tidak memiliki 3 hal tersebut. Dan jika tidak punya semangat tapi memiliki kejujuran dan keterampilan, masih bisa kita beri motivasi. Jika tidak mempunyai ketrampilan namun ia jujur dan memiliki semangat yang kuat, masih bisa kita beri pelatihan.

Namun jika tidak mempunyai kejujuran walau ia punya semangat dan kemampuan, jangan pernah diterima.

3. Lakukan juga test IQ dan psikotest. Jika anda mempunyai budget yang lebih serahkan hal ini kepada perusahaan jasa psikotest namun jika tidak anda bisa lakukan sendiri. Banyak alat bantu yang bisa digunakan dari mencari di internet dan buku-buku. Dari test tertulis ini bisa kita ketahui tingkat kecerdasannya dan potensi dari setiap individu.

4. Lakukan wawancara untuk menggali potensi yang dimiliki oleh calon karyawan. Sebelum melakukan wawancara, kita harus membuat daftar wawancara yang sistematis. Tuliskan daftar karakter dan kemampuan yang kita inginkan dari setiap posisi yang dibutuhkan. Wawancara yang asal-asalan akan mendapatkan karyawan yang asal-asalan juga. Tentukan skala nilai, misal dari 1 hingga 5.

Dari wawancara yang baik akan terlihat apakah orang tersebut mempunyai karakter yang tangguh, semangat, berpikiran positif, tidak mudah mengeluh, pekerja keras, bisa dipercaya, ramah, mempunyai keterampilan yang sesuai yang kita inginkan dan lain-lain.

Pola jawaban dan gerak tubuh pada saat wawancara bisa diketahui apakah ia menjawabnya dengan jujur atau tidak.

5. Buatlah surat perjanjian kerja, sebagai karyawan baru kita bisa menawarkan masa percobaan 1-3 bulan lalu kontrak perjanjian kerja terlebih dahulu 1-2 tahun sebelum menjadikannya karyawan tetap dan sejauh perusahaan tidak melanggar UU Ketenagakerjaan yang berlaku.

Dan buatlah juga peraturan-peraturan kerja di perusahaan yang ditandatangani karyawan tersebut.

6. Dan test yang terbaik bukanlah pada test tertulis dan wawancara namun justru test pada saat ia sudah di rekrut sebagai karyawan dalam masa percobaan/kontrak tersebut. Kita bisa mengetahui keseharian dan kejujuran karyawan pada saat ia sudah bekerja. Jika tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka kita bisa memutuskannya selama masa percobaan/kontrak tersebut.

7. Jika memungkinkan merekrut lebih dari 1 karyawan untuk 1 posisi. Misalnya kita membutuhkan tenaga pemasaran, rekrutlah jangan hanya 1 karyawan namun 2 karyawan. Agar ada semangat berkompetisi sehingga kita benar-benar mendapatkan karyawan yang tepat.

8. Mintalah nomor kontak atasan tempat ia bekerja sebelumnya, atau teman, keluarga dan lainnya, katakan bahwa kita akan menelepon orang tersebut. Apabila ia berkenan maka ia orang yang cukup terbuka. Dan tidak ada salahnya kita menghubungi mereka untuk mendapatkan referensi yang tepat.

9. Untuk membuat karyawan yang loyal, sebagai wirausaha, kita harus dapat memberikan yang lebih dibanding dengan apa yang sudah kita janjikan. Misalnya, memberikan komisi, bonus yang lebih dari apa yang telah dijanjikan sebelumnya.

10. Jika anda masih ragu dalam merekrut karyawan walaupun sudah melalui tahapan test yang ada, saran saya tunda dahulu merekrutnya. Jangan tergesa-gesa, masih ada waktu untuk mendapatkannya yang tepat dan baik.